Rabu, 15 Januari 2020

Indonesia Masters 2020: Taklukkan Pemain India, Ginting Keluhkan Kondisi Lapangan


Anthony Ginting sukses melenggang ke putaran kedua Daihatsu Indonesia Masters 2020. Ia tanpa kesulitan menyingkirkan pemain India Parupalli Kashyap lewat pertandingan dua gim 21-14, 21-12 di Istora Senayan, Rabu (15/1/2020) WIB.

Ginting mengatakan, kondisi lapangan tempat Daihatsu Indonesia Masters 2020 berlangsung sempat membuatnya kesulitan mengembangkan permainan.

"Tadi di awal sampai interval saya sempat ketinggalan. Dengan kondisi lapangan yang berangin, saya harus bisa mengeluarkan stroke yang pas," kata Ginting seperti dilansir badmintonindonesia.

Parupalli sempat menyulitkan Ginting di saat set pertama berlangsung setengah jalan. Ginting tertinggal 6-12 dari Parupalli, sebelum akhirnya dapat menyamakan kedudukan 12-12.

Sejak itu, Ginting dapat memimpin torehan poin Parupalli hingga menang 21-14. Di set kedua, Ginting sepertinya tidak ingin gegabah.

Pebulutangkis berusia 23 tahun itu tidak membiarkan permainan Parupalli berkembang. Alhasil, Ginting leluasa mengontrol jalannya pertandingan.Ginting mengatakan, kondisi lapangan yang berangin membuatnya harus jeli. Pasalnya, jurus-jurus pukulan yang biasa dia mainkan menjadi sering meleset.

"Biasanya dengan pukulan yang sama itu masuk, tapi tadi out. Makanya harus betul-betul antisipasi kondisi lapangan," kata Ginting.

Selasa, 14 Januari 2020

Pengamat Meminta PDIP Adukan Penyelidik KPK Jika Salahi Ketentuan

 Daftar Akupoker

Pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti minta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan laporan penyelidik Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) pada Dewan Pengawas (Dewas) bila merasakan dirugikan.

"Selekasnya memberikan laporan penyidik atau komisioner KPK ke Dewan Pengawas KPK. Laporan itu berdasar terdapatnya sangkaan framing jelek pada individu atau partai politik ditambah lagi langkah framing itu contohnya dikerjakan dengan aksi ilegal," kata Ray waktu dihubungi Liputan6.com, Selasa (14/1/2020).

Ray mengatakan, laporan itu harus dikerjakan untuk membuat instansi antikorupsi itu jadi instansi yang kuat, konstitusional serta adil. Ditambah lagi PDIP sering berkelit dibawah jargon itu waktu berusaha untuk membuat revisi UU KPK beberapa waktu kemarin.

"Oleh karenanya, telah adalah keharusan kepribadian buat saudara Hasto K atau Masinton Pasaribu," jelas ia.

Selain itu, laporan itu buat menggunakan Dewas KPK seperti harusnya. Lebih Dewas itu ditelurkan dari UU KPK hasil koreksi dimana PDIP jadi partai yang gemar mengumandangkan inspirasi koreksi itu.

"Salah satunya kewenangannya (Dewas) ialah memberikan izin penyadapan, penyitaan serta pemeriksaan. Tentunya, keharusan kepribadian PDIP jugalah yang pastikan semua proses itu dipatuhi KPK dan pastikan jika dewan pengawas bisa berperan dengan seharusnya," sebut ia.

Ray menekanan agar PDIP tidak menebar dakwaan framing pada KPK. Jika itu dapat dibuktikan benar, karena itu menurut Ray seharusnya PDIP selekasnya memberikan laporan penyelidik yang menyalah ketentuan itu.

"PDIP masih menggunakan jalan pendapat untuk menunjukkan sangkaan terdapatnya framing atau aksi ilegal KPK. Karena itu dengan adanya ini, kita menekan supaya Masinton atau saudara Hasto Kristiyanto untuk selekasnya kemungkinan memberikan laporan penyidik KPK atau komisionernya ke Dewan Pengawas," tegas ia.

Omongan Hasto

Awalnya dikabarkan, Hasto merasakan dalam masalah suap di KPK tentang perubahan antar waktu (PAW) yang menangkap Komisioner KPU Wahyu Setiawan ada yang menyengaja membuat framing.

"Satu kali lagi kami percayakan sebab dengan berita ini tunjukkan terdapatnya beberapa kebutuhan yang turut membuat framing," tutur Hasto dj JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Framing itu berbentuk ada staf sekretariat PDIP namanya Doni yang ditangkap KPK. Hasto justru bercanda dengan menunjuk seorang stafnya yang namanya seperti dalam interviu di celah Rapat kerja nasional PDIP.

"Jadi contoh ada faksi yang lakukan framing seakan-akan yang namanya Doni itu staf kesekjenan diamankan, saya mencari yang namanya Doni, staf saya, ini yang namanya Doni," kata Hasto sekalian menunjuk orang di sampingnya.

"Itu kan jadi contoh framing, jadi kita hormati KPK jika akan jika beberapa ada yang diputuskan jadi terduga ini bisa jadi proses perkembangan," sebut ia.

Hasto tidak bicara banyak berkaitan penentuan terduga pada Harun Masiku, calon legislatif PDIP yang disangka penyuap Wahyu. Diakuinya tidak tahu ke mana kehadiran Harun.

"Jadi dalam kerangka semacam ini kami menyerahkan seutuhnya proses penegakan hukum itu tanpa ada interferensi," ucap Hasto. \


Masyarakat Dekat Lapangan terbang Soetta Keluhkan Listrik Mati 20 Jam Lebih

 Daftar Akupoker

Beberapa ratus kepala keluarga di Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang harus terima keadaan tempat mereka gelap gulita. Hampir 20 jam lokasi itu listrik mati keseluruhan, mengakibatkan masyarakat menyalahkan kesusahan air bersih sampai tidak punya sumber daya daya untuk elektronik daruratnya.

Walau sebenarnya, lokasi itu cuma memiliki jarak seputar 2 km. dari Lapangan terbang Internasional Soekarno Hatta. "Yang ada terlihat sinar dari lampu-lampu lapangan terbang saja, perumahan kami mati keseluruhan," keluh Maya Aulia, salah seorang masyarakat RT 09/05, Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Selasa (14/1/2020).

Serta ada salah satunya rumah yang bersisihan tempat tinggalnya, membuat api unggun di halaman rumah, untuk mendapatkan sinar penerangan.


BACA JUGA !!


Menurut Maya, listrik mati itu berlangsung semenjak Senin, 13 Januari 2020, seputar jam 23.30 wib. Yang ia menyayangkan pemadaman itu tanpa ada pemberitahuan lebih dulu pada masyarakat.

"Masyarakat jadi tidak dapat bekerja, tentunya jadi benar-benar terusik,"keluhnya.

Hal sama dirasakan Mansur (48), masyarakat lain yang akui cukup cemas dengan pemadaman keseluruhan ini.

"Tidak ada pemberitahuan awalnya, cocok saya sama keluarga ingin tidur, mendadak mati, saya anggap semula sesaat sebab memang terakhir seringkali mati listrik tetapi cuma seputar 1/2 jam atau paling lama dua jam," tutur Mansur.

Tetapi, sampai pagi hari, listrik yang diinginkan telah nyala kenyataannya belum menyala. Listrik sempat menyala beberapa waktu sekitar 2x di siang serta sore hari, tetapi selebihnya mati kembali.

Tidak itu saja, air untuk mandi, bersihkan, kakus yang datang dari air tanah juga telah habis persediaan.

"Di Kampung ini tidak dilayani PDAM, jadi semua pada gunakan air tanah, saya sebetulnya gunakan penampungan air, tetapi sebab mendadak, jadi saya engga ngisi dahulu cocok malam, jadi pagi-pagi air habis," tuturnya.

Ia serta keluarga serta harus pergi kerja tanpa ada mandi terlebih dulu. Sesaat untuk penuhi keperluan air, ia memakai air yang biasa ia beli untuk dibuat.

"Ya hanya bikin bersihkan muka, gosok gigi, serta jika buang air saja, mandi kita irit-irit sebab tetangga-tetangga mati, jadi mandinya ya sangat terpaksa di pom bensin atau tempat kerja semasing," katanya.

Listrik Padam Di Sebabkan Tiang Listrik Yang Rubuh

Selain itu, Dimas staf Humas PLN UID Banten menjelaskan, padamnya listrik di daerah itu karena terdapatnya tiang listrik yang rubuh di jalan penting penyulang daerah itu.

"Ada tiang rubuh di jalan intinya penyulang, sekarang sedang dalam perbaikan," jelas Dimas.

Dimas menjelaskan, perbaikan sedang diusahakan. Petugas di lapangan terus lakukan perbaikan supaya tidak kembali padam setelah itu.


Sabtu, 11 Januari 2020

Suami Istri Diketemukan Meninggal dunia di Kamar Kos, Ada Darah di Tembok


Gung Besar (26) serta istrinya Rosna Sartika Kandong (27) diketemukan meninggal dunia bersimbah darah di indekos yang ada di Kelurahan Komo Luar, Lingkungan II, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (11/1/2020).

Gung adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS). Dia datang dari Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Sedang, Rosna datang dari Kelurahan Girian Bawah, Kecamatan Girian, Kota Bitung.

Saksi Joni Anna (39) seperti diambil dari Kompas.com menyampaikan, kira-kira jam 12.00 Wita, dia menyaksikan Gung ke luar untuk ambil makanan lewat layanan pesan antar dan selanjutnya langsung masuk ke kamar.


"Kira-kira jam 00.30 Wita, saya menyaksikan istrinya Rosna masuk ke kamar. Sesudah mereka berdua di kamar, saya tidak dengar ada nada atau kekacauan," kata Joni.

Besok harinya, kira-kira jam 16.00 Wita, Joni dikunjungi rekan dari pasangan suami istri itu serta pingin bersua korban Rosna.

Lalu, pria itu menggempur pintu serta melihat dari lubang kecil.

Ia lalu menyebut Joni serta memberi kabar jika ada darah di tembok.

"Dengar itu, saya melihat pun, serta nyatanya benar. Lalu saya ambil linggis serta buka paksa kamar mereka. Nyatanya mereka berdua sudah wafat, lalu saya mengontak kepala lingkungan serta sesaat lalu petugas dari kepolisian hadir," kata Joni.

Selain itu, saksi Andika Otaya (19) penduduk Kelurahan Kombos Barat, Lingkungan V, Kecamatan Singkil, Kota Manado menyampaikan selayaknya korban Rosna masuk kerja jam 14.00 Wita.Akan tetapi, hingga jam 16.00 Wita, korban belum pula masuk kerja.

Lalu, Andika diperintah atasannya untuk memeriksa ke kosan korban.

"Saya menggempur pintu, akan tetapi pintu terkunci. Saya melihat, nyatanya ada bercak darah pada dinding serta sempat menyaksikan pisau. Lalu penjaga kos menggempur pintu kos itu. Sesudah terbuka, saya menyaksikan keduanya sudah wafat dalam tempat telentang," papar Andika.

Waktu ini ke-2 jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Tinjauan Kompas.com, keluarga korban turut mengikuti jenazah kala dibawa ke RS Bahayangkara.

Tangis keluarga juga pecah kala jenazah korban di turunkan dari mobil jenazah.

Seterusnya, petugas forensik langsung bawa jasad ke-2 korban ke ruangan jenazah.


daftar Situs Judi Texas Poker Online Gampang Menang Hanya Ada Di Akupoker.com

Daftar Akupoker














Kabar Terbaru F4 Meteor Garden, Ada yang Idap Penyakit Langka

Sebelum drama Korea Selatan melanda. Drama dari Taiwan sempat menjadi favorit masyarakat Indonesia terutama bagi generasi 90-an. Salah satu...