Beberapa ratus kepala keluarga di Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang harus terima keadaan tempat mereka gelap gulita. Hampir 20 jam lokasi itu listrik mati keseluruhan, mengakibatkan masyarakat menyalahkan kesusahan air bersih sampai tidak punya sumber daya daya untuk elektronik daruratnya.
Walau sebenarnya, lokasi itu cuma memiliki jarak seputar 2 km. dari Lapangan terbang Internasional Soekarno Hatta. "Yang ada terlihat sinar dari lampu-lampu lapangan terbang saja, perumahan kami mati keseluruhan," keluh Maya Aulia, salah seorang masyarakat RT 09/05, Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Selasa (14/1/2020).
Serta ada salah satunya rumah yang bersisihan tempat tinggalnya, membuat api unggun di halaman rumah, untuk mendapatkan sinar penerangan.
BACA JUGA !!
Menurut Maya, listrik mati itu berlangsung semenjak Senin, 13 Januari 2020, seputar jam 23.30 wib. Yang ia menyayangkan pemadaman itu tanpa ada pemberitahuan lebih dulu pada masyarakat.
"Masyarakat jadi tidak dapat bekerja, tentunya jadi benar-benar terusik,"keluhnya.
Hal sama dirasakan Mansur (48), masyarakat lain yang akui cukup cemas dengan pemadaman keseluruhan ini.
"Tidak ada pemberitahuan awalnya, cocok saya sama keluarga ingin tidur, mendadak mati, saya anggap semula sesaat sebab memang terakhir seringkali mati listrik tetapi cuma seputar 1/2 jam atau paling lama dua jam," tutur Mansur.
Tetapi, sampai pagi hari, listrik yang diinginkan telah nyala kenyataannya belum menyala. Listrik sempat menyala beberapa waktu sekitar 2x di siang serta sore hari, tetapi selebihnya mati kembali.
Tidak itu saja, air untuk mandi, bersihkan, kakus yang datang dari air tanah juga telah habis persediaan.
"Di Kampung ini tidak dilayani PDAM, jadi semua pada gunakan air tanah, saya sebetulnya gunakan penampungan air, tetapi sebab mendadak, jadi saya engga ngisi dahulu cocok malam, jadi pagi-pagi air habis," tuturnya.
Ia serta keluarga serta harus pergi kerja tanpa ada mandi terlebih dulu. Sesaat untuk penuhi keperluan air, ia memakai air yang biasa ia beli untuk dibuat.
"Ya hanya bikin bersihkan muka, gosok gigi, serta jika buang air saja, mandi kita irit-irit sebab tetangga-tetangga mati, jadi mandinya ya sangat terpaksa di pom bensin atau tempat kerja semasing," katanya.
Listrik Padam Di Sebabkan Tiang Listrik Yang Rubuh
Selain itu, Dimas staf Humas PLN UID Banten menjelaskan, padamnya listrik di daerah itu karena terdapatnya tiang listrik yang rubuh di jalan penting penyulang daerah itu.
"Ada tiang rubuh di jalan intinya penyulang, sekarang sedang dalam perbaikan," jelas Dimas.
Dimas menjelaskan, perbaikan sedang diusahakan. Petugas di lapangan terus lakukan perbaikan supaya tidak kembali padam setelah itu.