Satu video yang memperlihatkan satu orang pengemudi truk tidak dibolehkan isi BBM tipe solar viral di sosial media Facebook pada Senin (23/12/2019).
Upload video itu diberikan oleh pemilik account Facebook Wilbi Wily Bisma. Sampai sekarang Rabu (25/12/2019) jam 09.00 WIB, upload itu telah di 282 kali diberikan, disenangi sekitar 267 serta ditanggapi sekitar 204 kali. Dalam uploadnya, Wilbi Wily Bisma tuliskan "Saudara saudara KLO ingin kirim barang di REMPOA tolong solar nya di penuhi Krn beli solar di pom daerah REMPOA DI LARANG !!!..
ini pengalaman pribadi saya ..
janganlah sampai berlangsung sama saudara saudara driver"
Urutan Waktu di konfirmasi, pemilik account Wilbi Wily Bisma membetulkan jika video itu ialah kepunyaannya serta dia alami sendiri. Dia menerangkan, insiden itu berlangsung dalam suatu stasiun pengisian bahan bakar biasa ( SPBU) di daerah Rempoa, Jakarta Selatan pada Senin (23/12/2019) jam 16.24 WIB. "Itu kan tempo hari saya ngirim barang kelompok sembako. Nah, letak pom bensinnya itu dari keluar tol Rempoa, Jakarta Selatan, itu yang kiri jalan," kata Wilbi waktu dihubungi Kompas.com, Rabu (25/12/2019). Selanjutnya dia menjelaskan, waktu itu dia menyetir tipe truk tronton.
Tetapi, solar dari truknya itu telah tipis sampai pada akhirnya dia putuskan masuk ke SPBU itu untuk isi BBM. "Ya saya langsung masuk saja. Sudah masuk, ada petugas yang memakai pakaian hitam putih, tidak dibolehkan oleh petugas pom (SPBU) lain yang memakai pakaian merah-merah," katanya.
Dia juga menanyakan pada petugas SPBU yang berseragam seperti petugas SPBU umumnya, kenapa tidak dibolehkan isi solar. Dari petugas itu, dia disuruh bertanya fakta itu pada petugas keamanan SPBU. Saat dihampiri, petugas keamanan SPBU itu mengajaknya ke jendela kaca yang ada poster masalah kendaraan yang dilarang memakai BBM solar bersubsidi. "Saya bertanya, mengapa tidak bisa? saya itu bayar," bertanya Wilby.
Sekalian menunjuk mengarah poster, petugas keamanan SPBU itu mempersoalkan kendaraan yang dibawa oleh Wilby tidak dibolehkan isi BBM tipe solar. Sampai selanjutnya dia serta petugas keamanan SPBU itu berdebat panjang. Wilby menjelaskan, poster masalah kendaraan yang dilarang memakai BBM solar bersubsidi tidak diresmikan. Dia sayangkan aksi yang dikerjakan petugas keamanan SPBU itu waktu mengusirnya seperti seperti maling. Simak juga: Menyinggung Pertamina serta Usaha Anak Cucunya
Keterangan Pertamina Waktu di konfirmasi, Unit Manajer Communication Relations & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami membetulkan tempat SPBU itu terdapat di Rempoa, Jakarta selatan. Dia menjelaskan, sopir truk itu telah diterangkan petugas serta memahami, tetapi entahlah kenapa yang berkaitan (sopir truk) kembali serta merekam . "Awalannya tidak ada teriak-teriakan seperti video itu, baik-baik demikian sesudah usai entahlah mengapa sopir kembali lagi serta merekam dan mengintimidasi security," kata Dewi waktu dihubungi Kompas.com, Rabu (25/12/2019). Di SPBU itu paparnya, memang tidak ada tipe solar non bantuan seperti dexlite serta Pertamina Dex.
Selanjutnya dia menjelaskan hal tersebut membuat sopir itu tidak memiliki alternatif lain. Dewi menerangkan fundamen pendistribusian solar yang disebut BBM bantuan masih merujuk sesuai Ketentuan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014. "BBM khusus terhitung solar bersubsidi cuma ditujukan buat industri rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi serta service biasa, termasuk kendaraan pribadi dengan kemampuan mesin atau CC yang kecil," tuturnya.
Apa yang berlangsung di Rempoa itu paparnya, telah sesuai ketentuan Perpres 191, namun langkah pengutaraan petugas pada customer kurang pas. Faksinya juga lakukan peneguran pada yang berkaitan (satpam). Diluar itu, dia menyarankan pada warga kelompok dapat, supaya memakai BBM non bantuan yang ketersediaannya memang makin banyak, hingga BBM bantuan bisa lebih di nikmati oleh pemakainya sesuai dengan ketetapan. "BBM non bantuan ialah Dexlite atau Pertamina Dex jadi alternatif Solar serta Pertalite, Pertamax atau Pertamax Turbo jadi alternatif Premium," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar